TEMPO.COJakarta - Kebakaran kapal penumpang Zahro Express di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Ahad pagi, 1 Januari 2017, diduga berawal dari mesin kapal. Kapal mulai dilaporkan terbakar 15 menit setelah berlayar dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.


"Terjadi kumpulan asap di daerah kabin mesin. Mesinnya terbakar. Kemudian merambat ke bodi kapal," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kepulauan Seribu Edi Rudiyanto saat dihubungi, Ahad, 1 Januari 2016.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara Satriadi menjelaskan, kapal Zahro Express merupakan sebuah kapal semi kayu dan tidak menggunakan mesin speed boat. Ia mengatakan kapal itu biasa digunakan sehari-hari dengan kapasitas penumpang hingga 200 orang.

Hari ini, kapal dalam keberangkatan ke Pulau Tidung. "Kira-kira (penumpang) penuh karena musim libur ya," kata Satriadi.

Namun hingga saat ini, masih belum diketahui jumlah pasti penumpang yang diangkut oleh Zuhro Express. Namun dari data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dua orang tewas dan tujuh orang luka-luka. Sedangkan 17 penumpang dikabarkan masih belum bisa ditemukan.

Satriadi mengatakan proses pemadaman api telah selesai sejak tadi siang. Penumpang yang selamat juga telah dibawa kembali ke Pelabuhan Kali Adem. "(Korban) dibawa ke rumah sakit ke beberapa lokasi," kata dia.

Namun Satriadi masih belum bisa memastikan penyebab kapal bisa terbakar. Ia mengatakan penyelidikan perlu dilakukan untuk memastikan penyebab mesin terbakar.